Articles by "PRINSIP KERJA KOMPUTER"
Tampilkan postingan dengan label PRINSIP KERJA KOMPUTER. Tampilkan semua postingan
no image
Softergam, Situs download game android PC & software aplikasi full terbaru gratis
PERAWATAN DAN PERBAIKAN

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja PC Anda, antara lain :
 Panas yang tinggi.
 Debu
 Magnetik
 Sengatan Elektromagnetik (petir).
 Salah memilih Voltase dan keluaran dari Power.
 Air dan korosi

Persiapan
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai, seperti :
 System backup software dan media yang dapat digunakan untuk menyimpan data yang penting dalam PC.
 Diagnostic Software seperti SCANDISK atau Norton Utility dan produk tambahan seperti disk tools, virus scanner dan berbagai check utilities lainnya untuk menjaga apabila ada masalah yang mungkin timbul.
 Obeng nonmagnetik untuk membuka tutup PC dan membuka expansion board serta peralatan dalam PC seperti drive, harddisk dan lain-lain.
 Wadah untuk mur dan perlatan selama melakukan perawatan.
 Antistatic untuk menghindari arus static sewaktu bekerja didalam PC.
 Conector Cleaner untuk membersihkan (kain/serbet).
 Karet atau bahan yang dapat digunakan untuk mengorganisir kabel agar tidak bersliweran tak menentu.
 Alat peniup debu atau kuas yang lembut

Analisa Masalah & Perawatan
Hal yang perlu diperhatikan adalah :
1. Apakah instalasi perkabelan eksternal sudah benar.
2. Apakah konektor sudah dibaut dengan benar.
3. Peralatan apa saja yang terhubung dengan PC
4. Apakah PC dekat dengan jendela?
5. Apakah bagian PC terkena sinar matahari secara langsung pada siang hari?
6. Pastikan harddisk mempunyai backup.
7. Jalankan Diagnostic utility. Adalah ide yang baik jika menjalankan SCANDISK untuk melihat persentase cluster yang mungkin hilang.
8. Jika menggunakan komputer DOS, periksa AUTOEXEC.BAT dan CONFIG.SYS untuk menemukan problem seperti kelebihan jumlah BUFFERS misalnya.
Jika menggunakan komputer Windows, lihat pada file INI dan perhatikan juga apabila system menunjukkan banyak pesan kesalahan seperti missing device atau conflic serta crash dalam program dengan catatan spesifik tentang stack atau buffers misalnya.
9. Bongkar PC.
10. Groundkan diri Anda.
11. Bersihkan konektor dengan menggunakan cleaner dan serbet.
12. Tekan chip yang terdapat pada motherboard untuk mengetatkannya.
13. Gunakan alat peniup debu untuk membersihkan sirkuit board pada motherboard dan harddisk.
14. Pasang kembali PC. Pastikan seluruh kabel terpasang dengan benar pada tempatnya.
15. Jalankan kembali program diagnostik.
16. Pastikan semua obeng yang dibutuhkan ada.

Troubleshooting PC Problems

Setelah selesai dengan persiapan, selanjutnya dapat Anda lakukan pemeriksaan pada software dan hardware, seperti :
1. Periksa kesalahan operator atau kesalahan setup pada hardware atau instruksi yang terbalik pada PC.
2. Pastikan semua kabel yang dibutuhkan terpasang pada tempatnya dengan benar.
3. Periksa software, termasuk program files dan driver.
4. Periksa tanda-tanda eksternal, seperti power LED yang berkedip atau tidak menyala sama sekali, suara-suara ganjil dan gangguan pada monitor.
5. Jalankan program diagnostic.
6. Jika semua perlakuan diatas gagal, bongkar PC. Matikan PC, lepaskan power, buka tutup casing dan lihat tata letak perkabelan dan koneksi power, peletakan board dan memory modul serta hal lain yang dianggap penting.

Aturan Utama Troubleshooting
1. Catat segalanya.
2. Lakukan yang mudah terlebih dahulu.
3. Boot ulang dan coba lagi.
4. Sederhanakan software/hardware.
5. Lakukan penggambaran, pisahkan komponen dan test.
6. Jangan pernah berasumsi
7. Jangan percaya siapapun, Dokumentasi/manual terkadang tidak benar.
8. Lakukan observasi layaknya detektif.

1.Catat segalanya

Anda sudah mengetahui bahayanya tidak membuat dokumentasi PC. Dengan adanya dokumentasi yang baik akan memudahkan dalam mengembalikan penggantian/perubahan komponen yang Anda lakukan. Akan lebih baik apabila Anda membuat catatan kecil masalah yang timbul pada saat Anda melakukan pemeriksaan pada PC.
2.Lakukan yang mudah terlebih dahulu
Troubleshooter yang tidak berpengalaman dan malas mencoba menghemat waktu dengan tidak membuat catatan, berbuat sebelum berpikir dan melalap semua komponen dan informasi konfigurasi sampai berhenti tanpa dapat memikirkan langkah selanjutnya.
Sementara itu troubleshooter yang berpengalaman melihat kedepan dan berpikir bagaimana bila tidak dapat memberbaikinya maka ia tidak ingin membuat lebih banyak masalah baginya jika tidak diperlukan. Dan kemudian membuat catatan dan diagram semua peralatan sehingga tidak perlu membuat rambutnya awut-awutan pada saat berusaha memasang kembali komponen komputer tersebut. Troubleshooter yang baik akan melakukan hal yang mudah terlebih dahulu, misalnya ada masalah pada Video dan bukan pada software maka ada empat hal yang harus diperiksa: motherboard, video board, kabel atau monitor. Yang mana akan diperiksa pertama? Yang mudah, kabelnya.
3.Boot ulang dan coba lagi
Komputer dapat diaktifkan dengan adanya fluktuasi pada power suply berupa tegangan dengan durasi 4 millidetik. Itu artinya jika power hilang untuk 1/200 detik, tidak akan terlihat kedipan pada lampu dan TV. Akan tetapi beberapa bytes memori komputer menjadi teracak. Hasilnya program yang sedang berjalan dengan baik tiba-tiba berhenti.
Hal ini dapat terjadi karena hampir semua orang menggunakan mesin photocopy pada saat yang sama di gedung kantor Anda atau juga karena sengatan matahari yang mengganggu chip memory pada komputer. Itu tidak masalah, jawaban cepat atas semua masalah ini adalah ulangi dari awal dengan reboot komputer Anda.
4.Sederhanakan software/hardware
Rata-rata PC mempunyai beribu screen saver, aplikasi, program yang bekerja pada background dan program driver untuk sound board, network card, video board, mouse dan lain sebagainya. Menentukan sumber masalah akan sangat sulit bila banyak interaksi antara hardware dan software. Artinya adalah ide yang baik untuk mengurangi sebanyak mungkin sebelum memulai diagnosa PC tersebut.
Sebagai contoh, boot tanpa network. Memory resident atau program TSR (Terminate and Stay Resident, menunjukkan fakta bahwa memory resident tersebut tetap dalam memory) dapat mempengaruhi fungsi system. Dapat saja karena hal itu pada drive E: tidak dapat diformat karena terdapat software LAN yang terloading. Cek system operasi untuk pilihan clean boot atau lihat AUTOEXEC.BAT untuk memastikan program apa saja yang dijalankan dan lihat apakah masalah menghilang.
Troubleshooting pada software sama seperti troubleshooting pada hardware: pecahkan dan taklukkan. Setiap bagian software yang berjalan adalah bagian dari system dan Anda ingin memperkecil jumlah bagian yang harus dihadapi, TSR adalah bagian termudah untuk disingkirkan.
5.Lakukan penggambaran, pisahkan komponen dan test
Misalkan salah seorang teman Anda menanyakan, “Mengapa Microsoft Word tidak dapat diprint pada Printer Laser baru Saya?”.
Sederhana saja, katakan saja printer laser terhubung dengan kabel, terhubung dengan paralel port atau USB dan terhubung dengan motherboard yang menjalankan software. Maka jenis masalah dapat dibagi menjadi: printer laser, kabel, parallel port atau USB, motherboard dan software. Tiap bagian tersebut dapat diisolasi dan ditest. Untuk mengetest hardware terkadang membutuhkan peralatan yang mahal. Akan tetapi software dapat digunakan dengan banyak cara, yang paling sering yaitu dengan setup dan configurasi. Dengan menggunakan software akan lebih besar kesempatan menemukan jawaban permasalahan.
6.Jangan pernah berasumsi
Akan sangat mudah untuk menyalahkan sesuatu. Jangan memberikan asumsi sebelum melakukan check dan recheck.
7.Jangan percaya siapapun, dokumentasi/manual terkadang tidak benar.
8.Lakukan observasi layaknya detektif

MUDAH-MUDAHAN APA YANG DI BLOG INI BISA BERMANFAAT BUAT TEMAN-TEMAN SEKALIAN
Softergam, Situs download game android PC & software aplikasi full terbaru gratis
A.B I O S (Basic Input Output System)
Program BIOS adalah program kontroler standard yang terpasang dalam motherboard. Program ini disimpan dalam chip IC yang disebut ROM (Read Only Memory) dan selalu bekerja mengontrol hardware yang terpasang pada motherboard meskipun komputer tidak dipakai (dimatikan). Hal ini dimungkinkan oleh adanya batere kecil yang terpasang pada motherboard.
Orang sering menyebut chip IC ini dengan sebutan IC ROM BIOS. Pada saat selesai merakit komputer, program ini harus diatur sesuai dengan jenis-jenis peralatan elektronik yang akan dihubungkan dengan motherboard. Selanjutnya setiap saat program BIOS akan selalu mengontrol perangkat keras yang terpasang meskipun komputer anda matikan. Kontrol setiap saat ini memungkinkan komputer selalu siap pakai pada saat komputer anda nyalakan. Pada kondisi batere kecil lemah, biasanya peengaturan pada program BIOS ini hilang, sehingga anda sulit mempergunakan komputer. Anda harus kembali mengatur ulang program BIOS seperti yang anda lakukan pada waktu merakit komputer.
ROM BIOS terdiri dari beberapa macam, antara lain :
- ROM AMI BIOS
- ROM ISA BIOS
- ROM MR BIOS
- ROM WIN BIOS
- dll
Biasanya untuk masuk mode setup BIOS seperti CMOS BIOS, AMI BIOS serta beberapa mode BIOS lain, maka pada saat komputer pertama kali diaktifkan kita bisa menekan tombol del.
Untuk setup mode IBM BIOS kita harus menekan tombol F1 atau F10, sedangkan untuk BIOS Setup mainboad dengan Chip Intel ada yang menggunakan tombol F2, sedangkan untuk mode setup mesin Compaq lama, user terlebih dulu harus memasukkan disket setup BIOS-nya, agar bisa melakukan setting yang diinginkan.

B.Cara aman mengotak-atik Setting BIOS PC

Bila Windows adalah wajah ramah yang ditampilkan proyek-proyek komputer kepada dunia, maka BIOS adalah sisi gelap bawah sadar yang bertugas untuk berpikir. BIOS (Basic Input/Output System) adalah kode untuk fungsi-fungsi fundamental PC, seperti mengumpulkan ketukan tombol dari keyboard atau meletakkan pixel ke layar.
Program kecil ini bekerja di balik layar, menterjemahkan perintah Windows yang people-friendly menjadi angka nol dan satu yang hanya dimengerti oleh hardware Anda. Dan sebagaimana alam bawah sadar manusia, BIOS bisa berpengaruh sangat kuat pada tingkah laku dan kinerja PC Anda

C.Update BIOS

Ketika teknologi baru muncul dan bug tua ditemukan, para pembuat komputer sering menerbitkan versi BIOS yang telah diupdate yang dapat mengatasi problem dan meningkatkan kinerja. Periksa situs Web pembuat PC Anda mengenai update terbaru. Namun pertama-tama pastikan Anda memiliki nomor versi terbaru BIOS; biasanya muncul sekilas di monitor Anda tepat setelah Anda menyalakan sistem. (Tekan tombol Pause bila kilasannya terlalu cepat.)
Mengupdate BIOS mudah, tetapi Anda harus melakukannya dengan hati-hati. Biasanya Anda perlu menjalankan program kecil dari floppy disk saja. Namun bila terjadi masalah, Anda hanya bisa meratapi motherboard yang tidak bisa lagi Anda gunakan. Jadi pastikan bahwa sebelumnya Anda telah membaca semua instruksi di file readme BIOS update, dan selalu lakukan persis seperti apa yang petunjuk-petunjuk itu katakan.

D.Utility Setup
Jika BIOS adalah bawah sadar PC, maka Utiliti Setup merupakan pondasi untuk membangun karakter PC. Utiliti tersebut memiliki setting user untuk mengontrol harddisk, memori, kartu-kartu grafis, power saving, port USB, dan hardware lain. Program tersebut biasanya disertakan dalam disk, tetapi sekarang sudah tersimpan dalam chip ROM yang sama dengan BIOS PC.
Karena utiliti Setup dibuat oleh pembuat BIOS dan berada dalam chip yang sama dengan BIOS, ini sering disebut utiliti BIOS Setup. Dan karena utiliti ini menyimpan settingnya di chip clock/calendar -- chip complementary metal-oxide semiconductor, atau CMOS -- maka sering pula disebut sebagai program Setup CMOS. (Chip CMOS memiliki batere sendiri untuk memelihara setting chip sekalipun PC dimatikan.)
Utiliti Setup memiliki setting hardware yang berlimpah, mulai dari yang terlihat nyata, seperti setting waktu di clock PC, sampai yang tidak kelihatan, seperti jumlah "wait states" yang mengkoordinasi aliran data antara RAM dan CPU.

E.Teknis Setup BIOS

Hal Pertama yang perlu anda ingat sebelum lakukan setup BIOS adalah jangan sampai merusak.
Ketika bekerja dengan utiliti Setup PC, gunakan petunjuk praktis yang sama diajarkan pada awal bedah otak: ”Bila anda tidak tahu apa yang sedang anda lakukan, maka lebih baik jangan berurusan dengannya”. Kecerobohan mengubah wait state atau setting lainnya dapat menurunkan kinerja atau bahkan menyebabkan sistem mengalami crash.
Jika Anda mengira Anda telah tanpa sengaja mengubah setting ketika sedang bekerja dengan utility Setup, segera berhenti dan mulailah dari awal lagi. Semua utiliti Setup memiliki pilihan menu yang memungkinkan Anda keluar tanpa menyimpan perubahan. Anda mungkin melihat pula pilihan untuk mengembalikan setting ke nilai defaultnya. Abaikan opsi ini: Bila vendor PC Anda telah melakukan fine-tune terhadap sistem, setting default si pembuat BIOS mungkin membuatnya menjadi tidak optimal.
Backup setting-setting Anda sebelum membuat perubahan. Bila batere yang menghidupi chip clock/calendar mati, setting-setting Anda mati bersamanya. Bila utiliti Setup Anda mempunyai opsi backup, gunakanlah. Jika tidak, catat setting di kertas -- atau tekan key Print Screen untuk masing-masing layar di utiliti tersebut (tetapi ini tidak selalu berfungsi).

F.Apa yang dicari???????

Sebelum anda mulai, baca sampai selesai user manual yang menyertai PC atau motherboard. Banyak manual menawarkan penjelasan singkat masing-masing setting. Setting bervariasi menurut manufaktur dan model, namun Anda seharusnya menemukan ini di hampir semua PC:
Optimalisasi dan kompatibilitas setting: Utiliti Setup sering berisi setting-setting untuk kinerja hardware. Kadang-kadang ini tidak diatur secara optimal di pabrik, utamanya pada PC yang dibuat berdasar pesanan atau generik. Scan seluruh program Setup. Setting modus AGP dan setting DMA merupakan kandidat utama untuk dioptimalisasi. Setting-setting ini juga berguna untuk troubleshooting hardware yang baru diinstall: Menonaktifkan atau menurunkan setting yang diberikan bisa memicu ketidak-kompatibelan kartu grafis, CD-ROM drive, atau peranti lain yang terjadi sebelumnya.
Setting harddisk: Anda akan menemukan tabel, biasanya pada halaman ke-2 atau Advanced dan dengan judul "IDE", yang mendaftar semua parameter
konfigurasi untuk EIDE harddisk yang secara langsung terkoneksi ke motherboard. (SCSI harddisk dan EIDE harddisk yang tidak punya kartu ekspansi akan menjalankan program konfigurasinya sendiri.) Sementara kebanyakan PC yang dibuat selama beberapa tahun terakhir dapat dengan mulus mendeteksi dan mengkonfigurasi harddisk baru, sebagian memerlukan instalasi manual. Baca dokumentasi disk baru Anda mengenai prosedur tsb dan gunakan opsi-opsi on-screen untuk membuat perubahan di tabel ini.
Floppy disk: Opsi ini memungkinkan Anda menyetel tipe floppy drive (3,5 inci, 1,44MB, sebagai contoh) yang telah Anda tetapkan sebagai drive A: atau B: Anda. Ini merupakan setting yang perlu diperiksa jika Anda mengalami problem floppy-drive. Sebagian utiliti Setup mempunyai setting sekuriti `Floppy Read only` tersendiri yang mencegah data Anda dituliskan ke floppy disk dan dihapus dari PC.
Urutan booting: Setting ini menentukan mana yang pertama kali dilihat PC ketika instruksi boot-up. Contoh: `A: kemudian C:`, `C: kemudian A:`, atau `C:, Zip drive`. Untuk booting dari CD-ROM drive, Zip, atau LS-120, Anda sepertinya harus mengubah setting ini.
Proteksi password: Bila ini diaktifkan, BIOS akan menanyakan password sebelum booting up. Sangat berhati-hatilah dengan yang satu ini: Bila melupakan password, Anda terpaksa mereset jumper motherboard atau mencopot batere CMOS, yang akan menyebabkan Anda kehilangan semua setting, atau Anda bahkan harus membeli motherboard baru.
Setting IRQ: Bila Anda butuh setting IRQ ekstra untuk hardware baru, Anda perlu membebaskan satu IRQ dengan menonaktifkan feature yang tidak digunakan, seperti port serial, port paralel, atau port USB.
Setting port paralel: Pilih modus yang paling cocok untuk hardware. Modus ECP atau EPP dapat sangat mempercepat printer dan peranti lain.
Kipas RPM dan temperatur CPU: Dua parameter kritis ini sebaiknya dicentang secara periodik untuk memastikan mereka berfungsi dengan benar.

G.Bantuan Hardware Offline
Internet sangat bagus untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan hardware, tetapi menyelidiki situs-situs Web untuk mendapatkan nasihat yang bisa dipercaya cukup menghabiskan waktu. Kadangkala cara tercepat untuk mendapat jawaban adalah cara gaya kuno: dengan buku referensi yang baik. Di bawah ini adalah dua yang terbaik.
Upgrading and Repairing PCs (www.upgradingandrepairingpcs.com) karya Scott Mueller (US$ 60) merupakan buku klasik yang mencakup segala sesuatu yang Anda butuhkan tentang PC dan hal-hal yang mungkin Anda tidak ketahui. Bila Anda mencari referensi menyeluruh, keluasan dan kedalaman judul ini belum terkalahkan ( www.quepublishing.com).
PC Hardware in a Nutshell (www.oreilly.com/catalog/pchardnut2) oleh Barbara Fritchman Thompson dan Robert Bruce Thompson (US$ 40) merupakan panduan praktis yang bagus untuk membeli dan menggunakan PC. Dimuati dengan nasehat bergaya ringkas yang secara jelas memberikan informasi yang Anda perlukan, tanpa Anda harus mencari-carinya.


PTC System DAFTAR SEKARANG JUGA...


Klik iklan dapat rupiah cukup dengan 30 detik...UNTUK DAFTAR KLIK BARNNER DI BAWAH INI..




Softergam, Situs download game android PC & software aplikasi full terbaru gratis
A.Cara Kerja Komputer
Setiap kali sebuah komputer diaktifkan, maka sebuah proses yang disebut booting akan terjadi pertama kali. Ada tiga tahap proses dalam proses booting, yaitu CPU reset, Power-On-Self-Test (POST), dan disk boot.

B.CPU reset
CPU reset merupakan proses yang dilakukan PC pertama kali. Hal ini karena CPU merupakan komponen yang paling penting. Maka CPU reset dilakukan pertama untuk memulai semua aktifitas. CPU reset biasanya dipicu oleh tombol power, namun bisa juga dilakukan dari jaringan atau sistem lainnya. Setelah CPU aktif maka Basic Input Output System (BIOS) akan aktif juga.
BIOS bekerja melayani pergerakan data diseputar komputer karena disinilah informasi sistem input dan output ditentukan. BIOS dapat dilindungi dengan menggunakan password untuk dapat mulai bekerja. Jadi tanpa password BIOS yang benar komputer tidak akan bekerja. Pada BIOS terdapat program yang bernama Power-On-Self-Test (POST).

C.POST

Akan melakukan testing terhadap komponen dasar dari komputer. Ketika CPU mengaktifkan BIOS, program POST di jalankan. Yang pertama kali diperiksa oleh POST adalah integritas CPU dan program POST itu sendiri. Selebihnya, program POST akan memeriksa disk drive, monitor, RAM, dan keyboard. Pada saat BIOS sudah aktif dan POST belum selesai dilakukan, Anda dapat menginterupsi proses booting dan melakukan konfigurasi CMOS.
CMOS merupakan memori kecil untuk menyimpan BIOS beserta konfigurasi pentingnya seperti media yang melakukan booting, pengaturan processor, memori, dan banyak lagi. Di sini juga disimpan waktu dan penanggalan yang akurat untuk komputer tersebut. CMOS dilengkapi dengan batere khusus agar data-data di dalamnya tidak hilang


D.Disk boot
Disk boot dibutuhkan setelah POST selesai karena komputer telah siap untuk menjalankan sistem operasi yang sangat berguna untuk menghubungkan manusia dengan komputer. Menjalankan sistem operasi diperlukan sebuah sistem inisialisasi awal yang akan menggabungkan semua fungsi komputer menjadi satu dan siap digunakan. Sistem awal ini kemudian disimpan dalam media yang dapat dibaca komputer. Media ini disebut dengan istilah disk boot.
Untuk melanjutkan penggunaan komputer, disk boot mutlak harus ada apapun medianya. Pengaturan media mana yang akan menjadi disk boot bisa Anda lakukan di dalam BIOS. Setelah semuanya selesai, Anda sudah siap untuk menggunakan komputer.

E.Loading Sistem Operasi
Setelah tiga proses awal dilalui, maka komputer akan dikendalikan menggunakan sistem operasi. Seperti Anda ketahui, banyak sekali sistem operasi yang beredar saat ini, seperti sistem operasi Windows, Linux, dll.
Tiga hal penting yang harus dimengerti tentang sistem operasi adalah cara kerja sistem operasi itu sendiri (kernel), file system, dan user interface (shell), dan jangan lupakan aplikasi yang berjalan di atasnya.
Cara kerja sistem operasi windows meliputi pengertian tentang sistem account pada Windows NT dan keluarganya, file access control, registry, sistem logging, dan banyak lagi. Semuanya memiliki tingkat kepentingan yang sama, namun umumnya sistem logging dan registry merupakan komponen yang akan sering dilihat.
Sistem logging merupakan komponen dokumentasi penggunaan komputer karena pada log inilah tercatat semua pergerakan data. Di dalam sistem operasi Windows NT/2000/XP, logging disimpan dalam direktori “%systemroot%\system32\config\” (c:\winnt\system32\config\). File-file log yang ada di dalamnya termasuk file Appevent.evt (berisi catatan-catatan penggunaan aplikasi), Secevent.evt (merekam aktifitas yang berhubungan dengan security termasuk login), Sysevent.evt (mencatat semua kejadian-kejadian yang berhubungan dengan sistem seperti misalnya waktu shutdown). Selain file-file ini masih banyak lagi file log yang tersedia untuk bisa diamati/dilihat ulang kembali.
======================================
Bagi seorang penyidik (pencari bukti kejahatan) registry ini merupakan salah satu komponen penting dalam penyidikan digital. Sistem Windows menggunakan registry untuk menyimpan konfigurasi sistem dan detail penggunaan sistem operasi. Jadi dari key-key yang ada di dalam registry, banyak informasi yang bisa Anda dapatkan seperti kapan waktu akses sebuah aplikasi, file apa yang diakses menggunakan aplikasi tersebut, di mana letak file yang diakses, dan banyak lagi. Untuk melihat-lihat isi registry biasanya digunakan program sederhana bawaan Windows yaitu Regedt32 (regedit).
Memahami file system berguna untuk mengetahui bagaimana data-data Anda disusun di dalam harddisk, data apa saja yang dimodifikasi, data apa saja yang disembunyikan, data apa saja yang telah di hapus, sistem partisi harddisk, dan banyak lagi. FAT, NTFS dan WinFS merupakan file system yang digunakan oleh Windows. Proses pengumpulan bukti digital dari file system biasanya adalah seputar recovery data yang telah terhapus dan pemeriksaan data-data yang dimodifikasi.
Recovery file yang telah dihapus menjadi sangat penting dalam penyidikan karena dapat mengorek kembali informasi-informasi lama yang sengaja maupun tidak sengaja di hapus. Biasanya proses ini mengandalkan program recovery seperti misalnya Ontrack. Easy-Recovery Pro atau DataLifter. Cukup banyak jenis-jenis data yang dapat dikembalikan dengan menggunakan aplikasi ini.
File dan data yang telah dimodifikasi juga dapat dilihat dengan menyelidiki informasi yang terkandung dalam file system FAT, NTFS atau WinFS. Ketika sebuah file masuk kedalam PC melalui media apapun, sebuah sistem penanda dari file system akan diberikan pada file tersebut. Sistem penanda ini disebut datetime stamp. Penanda ini berisi tanggal dan waktu dimana file tersebut pertama kali masuk ke dalam PC. Ketika file tersebut diakses, dimodifikasi, atau dipindahkan tempatnya, date-time stamp akan berubah untuk menandai aksi-aksi ini.
FAT, NTFS dan WinFS mempunyai karakteristik sendiri dalam melakukan penandaan ini dan mengumpulkannya menjadi sebuah informasi. Dengan memahami karakteristik ini, para penyidik dapat mengetahui aksi-aksi apa yang telah terjadi terhadap file-file bukti dan kapan hal tersebut terjadi. Aplikasi seperti Encase Forensic Edition dapat melayani Anda dalam melakukan penyidikan jenis ini.

*********
Dapatkan Rupiah 1 X Klik....UNTUK DAFTAR KLIK BARNNER DI BAWAH INI....!!!!!